DISTRO LINUX




Distro linux adalah sistem operasi yang dibagun dari kernel linux dengan penambahan komponen lain berupa module, aplikasi, service ataupun package lain agar tercipta sistem operasi dengan tujuan yang spesifik yang telah ditentukan oleh pihak pengembang.
Pihak pengembang Linux lalu mengeluarkan dan mendistribusikan Linux versi mereka ke public , hasil pengembangan inilah yang di sebut dengan DISTRO (baca: Linux DISTRibutiOn).

Perbedaan Tiap Distro Linux


Secara garis besar linux dibedakan menjadi 2 macam berdasar tujuan penggunaan nya, yaitu linux desktop dan linux server.

Seperti namanya linux desktop didesain untuk digunakan oleh user biasa yang tidak perlu belajar ilmu teknis agar bisa digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari seperti pekerjaan rumah dan kantor.


Linux desktop punya tampilan yang cantik seperti windows, kamu bisa klik sana sini, drag dan drop layaknya kamu sedang menggunakan windows. Tampilan nya pun tidak kalah cantik dengan windows, bahkan kamu bisa mengatur tampilan desktop linux mu sendiri sesuai dengan yang kamu inginkan tanpa harus mendownload theme.

Dilain sisi linux server didesain untuk para geek dan developer guna membangun server yang tangguh untuk digunakan oleh orang banyak, misalnya webserver yang dipakai oleh website belajarlinux.org yang artikel nya sedang kamu baca ini.

Linux versi server tidak mempunyai tampilan desktop, hanya ada console dan kamu hanya bisa menggunakan keyboard untuk menggunakan nya dengan mengetikan perintah linux.

Linux server juga tidak bisa memutar music apalagi memutar filem, browsing ataupun streaming youtube. Linux server murni dibuat hanya untuk menjalankan server agar stabil sehingga membuang banyak fitur yang tidak perlu.

5 Macam Distro Linux Utama


Slackware 



merupakan distro linux tertua yang direlease ke public pada tanggal 17 juli 1993, distro turunan yang populer hingga saat ini adalah SUSE.

Distro openSUSE menawarkan kecepatan dan kestabilan, sesuai dengan yang tertulis di dokumentasi distro tersebut.



Debian



Debian diluncurkan ke public pada bulan september 1993, debian merupakan salah satu distro terbesar dan terpopuler dengan pengguna terbanyak hingga saat ini.

Ubuntu merupakan salah satu distro turunan debian yang sukses dan  sangat populer hingga saat ini.



RedHat




RedHat didirikan pada tahun 1993 dan dikenalkan ke public pada akhir tahun 1994, redhat membidik pengguna kelas enterprise dengan membuat OS untuk server-server.

Beberapa distro turunan yang mendominasi sistem operasi server-server kelas enterprise antara lain RHEL, Fedora, Oracle Enterprise dan Oracle Linux.
RedHat tidak cocok untuk pemula, karena redhat didesain untuk server.



Gentoo



Gentoo linux diperkenalkan ke public pada tanggal 26 juli 2000,gentoo merupakan pengganti nama distro linux sebelum nya yang bernama Enoch.

Pernah denger ChromeOS yang dibuat oleh google? yap,ChromeOS merupakan distro anakan gentoo yang dikembangkan oleh google.

Gentoo tidak cocok untuk pemula namun sangat cocok untuk orang yang ingin belajar linux lebih dalam.


Arch



Arch linux diperkenalkan ke public pada tanggal 11 maret 2002, arch linux membawa konsep akan kesederhanaan, kebenaran program dan minimalisme.

“Kesederhanaan” didefinisikan sebagai “tak perlu tambahan, modifikasi, atau komplikasi” sesuai sudut pandang pengembangnya, bukan sudut pandang pengguna.

Arch linux sangat tidak cocok untuk kamu yang baru belajar linux, namun sangat cocok untuk orang yang ingin belajar mendalam akan linux dan suka ngoprek.



Free BSD



secara teknis FreeBSD itu bukan linux(karena tidak menggunakan kernel linux).

FreeBSD merupakan sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh AT&T lewat cabang Berkeley Software Distribution (BSD)


Komentar