“PENJADWALAN PROSES”
Kelompok 5:
19200132 - Adilman Zai
19200198 - Muarif Zamzam Nur
19200255 - Syifa Aulia
19200554 - Muhammad Arlino
19200692 - Demitria Apriliani
19200716 - Farrel Javalva Reswara
Penjadwalan
merupakan kumpulan kebijaksanaan dan
mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang di lakukan
sistem komputer.
Sasaran atau tujuan utama penjadwalan proses optimasi kenerja menurut kriteria tertentu. Dimana kriteria untuk mengukur dan optimasi kerja penjadwalan antara lain:
Adil (Fairnesss)
Proses – Proses Di perlakukan sama yaitu mendapat jatah waktu layanan memroses yang sama dan tidak ada proses yang tidak kebagian layanan memroses sehingga mengalami startvation.
Startvation adalah kondisi bahwa proses tidak pernah berjalan karena tidak di jadwalkan untuk berjalan. Sasaran penjadwalan seharusnya menjamin setiap proses mendapat pelayan dari pemroses secara adil.
Efisiensi
Efisiensi utilisasi pemroses di hitung dengan perbandingan (Rasio) waktu sibuk pemroses dengan total waktu operasi sistem computer secara keseluruhan.
Sasaran penjadwalan adalah menjaga agar pemroses tetap dalam keadaan sibuk sehingga efisiensi sistem computer mencapai nilai maksimum. Keadaan sibuk berarti pemroses tidak menganggur. Layanan pemroses termasuk waktu yang di habiskan untuk mengekseskusi program pemakai dan layanan sistem operasi secara efektif, bukan untuk melakukan penjadwalan itu sendiri.
Waktu Tanggapan
Sistem Interaktif
Waktu yang di habiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukan oleh program atau transaksi sampai hasil pertama muncul di perangkat, Maskukan keluarana seperti layar (Terminal). Waktu tanggap untuk sistem interaktif bisa di sebut terminal response time.
Sistem waktu nyata (Real Time)
Pada sistem waktu nyata, Waktu tanggap di definisikan sebagai waktu dari saat kemunculan suatu kejadian (Internal/Eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan terhadap kejadian dieksekusi. Waktu untuk sistem nyata biasa di sebut event response time.
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan waktu tanggap sehingga menghasilkan sistem yang responsif.
Turn Around Time
Waktu yang dihabiskan dari saat proses atau job mulai masuk ke sistem sampai proses itu diselesaikan sistem.Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan proses berada di sistem, diekspresikan sebagai penjumlahan waktu eksekusi (waktu layanan proses/job) dan waktu menunggu dari proses itu, yaitu :
Turn arround time = waktu eksekusi + waktu menunggu.
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan turn arround time.
Troughput
Troughput adalah jumlah kerja yang dapat diselsesaikan selama satu selang/ unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah proses/job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/ interval waktu tertentu.
Sasaran penjadwalan adalah memaksimalkan jumlah job/ proses yang dilayani per satu interval waktu. Lebih tinggi angka througput maka lebih banya kerja yang dilakukan sistem.
Kriteria tsb saling bergantung dan dapat saling bertentangan sehingga tidak dimungkinkan optimasi semua kriteria secara simultan.
Dapat
terdapat 3 tipe penjadwal berada secara bersama-sama pada sistem operasi yang
kompleks, yaitu :
Penjadwal jangka pendek (short-term scheduller). Penjadwalan jangka pendek bertugas menjadwalkan alokasi pemroses di antara proses-proses Ready yang berada di memori utama.
Penjadwal
jangka menengah (medium-term scheduller). Penjadwal
jangka menengah bertugas menangani proses swapping .
Penjadwal jangka panjang (long-term scheduller). Penjadwal jangka panjang bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi sistem.
Algoritma-Algoritma Penjadwalan Proses
Terdapat
banyak algoritma penjadwalan, baik algoritma penjadwalan nonpreemptive maupun
penjadwalan preemptive.
Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi nonpreemptive diantaranya:
FIFO (First-In, First-Out) atau FCFS (First-Come, First-Serve)
Penjadwalan dimana proses-proses diberi jatah waktu pemroses berdasarkan waktu kedatangannya. Begitu proses menjadi jatahan waktu pemroses, proses dijalankan sampai selesai. Algoritma ini sangat sederhana, adil dan tidak berguna untuk sistem interaktif, karena tidak memberi waktu tanggap yang bagus.
SJF (Shortest Job First)
Penjadwalan ini disebut penjadwalan dengan waktu terpendek yang duluan. Penjadwalan ini mengasumsikan waktu jalan proses (sampai selesai) diketahui sebelumnya. Mekanismenya adalah menjadwalkan lebih dahulu proses dengan waktu jalan terpendek sampai selesai. Penjadwalan ini mempunyai efisien tinggi dan Turn Arround Time Rendah.
Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi preemptive diantaranya :
RR (Round-Robin)
Penjadwalan ini adalah penjadwalan murni preemptive. Mekanismenya adalah semua proses dianggap penting dan diberi sejumlah waktu pemroses yang disebut kwanta (quantum) atau time slice dimana proses itu berjalan.
SRF (Shortest-Remaining-First)
Penjadwalan ini disebut juga penjadwalan dengan sisa waktu terpendek duluan, dan merupakan perlengkapan dan pengembangan algoritma SJF. Algoritma SJF adalah penjadwalan Non-Preemptive, sedangkan algoritma SRF adalah Preemptive yang berguna untuk time sharing. Pada SRF proses dengan sisa waktu jalan yang diestimasikan terendah dijalankan, termasuk proses yang baru tiba. Proses yang sedang running dapat diambil alih proses baru dengan sisa waktu jalan yang diestimasikan lebih rendah.
PS (Priority Schedulling)
Ide penjadwalan ini adalah tiap proses diberi prioritas, dan proses berprioritas tertinggi running (mendapat jatah waktu pemroses). Dengan mekanisme ini, proses-proses dapat bersaing untuk mendapatkan jatah waktu pemroses.
Komentar
Posting Komentar