Konkurensi dan Keamanan Sistem
Konkurensi
Konkurensi merupakan landasan umum perancangan sisem operasi. Proses-proses disebut konkuren jika proses-proses berada pada saat yang sama. Proses-proses konkuren dapat sepenuhnya tidak bergantung dengan lainnya tapi dapat juga saling berinteraksi. Proses-prose yang berinteraksi memerlukan sinkronisasi agar terkendali dengan baik.
Prinsip-prinsip Konkurensi
- Alokasi layanan pemroses untuk proses-proses
- Pemakaian bersama dan persaingan untuk mendapatkan sumber daya
- Komunikasi antar proses
- Sinkronisasi aktivitas banyak proses
Konkurensi dapat muncul pada konteks berbeda, yaitu :
- Untuk banyak pemakai
- Untuk strukturisasi dari aplikasi
- Untuk strukturisasi dari satu proses
- Untuk strukturasasi sistem Operasi
Konteks Konkurensi
a. Konteks konkurensi untuk strukturisasi satu proses
Untuk peningkatan kinerja, maka satu proses dapat memiliki banyak thread yang independen. Thead-thread tersebut harus dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan proses.
b. Sistem konkurensi untuk banyak aplikasi
Sistem multiprogramming memungkinkan banyak aplikasi/proses yang sekaligus dijalankan di satu pemroses.
c. Konteks konkurensi untuk strukturisasi aplikasi
Perluasan prinsip perancangan modular dan pemrograman terstruktur adalah suatu aplikasi dapat secara efektif diimplementasikan sebagai sekumpulan proses, maka masing-masing proses menyediakan satu layanan spesifikasi tertentu.
d. Konteks konkurensi untuk strukturisasi sistem operasi
Keunggulan strukturasi dapat diterapkan ke pemrograman sistem. Beberapa sistem operasi yang dipasarkan dan yang sedang dalam reset telah diimplementasikan sebagai sekumpulan proses.
Kesulitan yang Ditimbulkan Konkurensi
1. Pemakaian Bersama Sumber Daya Global
Jika dua proses menggunakan variabel global yang sama serta keduanya membaca dan menulis variabel itu, maka urutan terjadinya pembacaan dan penulisan terhadap variabel bersama menjadi kritis.
2. Pengelolaan Alokasi Sumber Daya Agar Optimal
Jika proses A meminta suatu kanal masukan/keluaran tertentu dan dipenuhi, permintaan tersebut dapat ditunda (suspend) sebelum menggunakan kanal tersebut. Jika sistem opreasi mempunyai kebijksanaan mengunci kanal dan mencegah proses-proses lain menggunakan kanal itu, maka tindakan ini jelas hanya menghasilkan inefisiensi sistem komputer.
3. Pencarian Kesalahan Pemrograman (Debugging).
Pencarian kesalahan pada pemrograman konkuren lebih sulit dibanding pencarian kesalahan pada program-program sekuen.
Proses-proses Konkuren
1. Mengetahui proses-proses yang aktif
2. Alokasi dan dealokasi beragam sumber daya untuk tiap proses aktif
3. Proteksi data dan sumber daya fisik proses
4. Hasil-hasil proses harus indepen
Masalah-masalah Konkuren
1.Mutual Exclusion
Merupakan persoalan untuk menjamin hanya satu proses yang mengakses sumber daya pada suatu interval waktu tertentu. Pentingnya mutual exclusion dapat dilihat pada ilustrasi ekseskusi daemon printer.
2. Deadlock
Deadlock terjadi ketika proses-proses mengakses sumber daya secara eksklusif. Semua deadlock yang terjadi melibatkan persaingan untuk memperoleh sumber data eksklusif oleh dua proses atau lebih.
3. Startvation Keadaan dimana pemberian akses bergantian terus-menerus, dan ada suatu proses yang tidak mendapatkan gilirannya.
Pokok Penyelesian Masalah Konkurensi
Pada dasarnya penyelesaian masalah konkurensi terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama
2. Tidak mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama.
Adanya memori bersama lebih mempermudah dalam penyelesaian masalah konkurensi. Metode penyelesaian ini dapat dipakai untuk sistem singleprocessor ataupun multiprocessor yang mempunyai memori bersama.
Defenisi Keamanan
Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya agar tidak digunakan atau dimodifikasi orang yang tidak diotorisasikan.
Keamanan sistem terbagi menjadi tiga, yaitu :
1. Keamanan Eksternal (external security)
Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana, seperti kebakaran dan kebanjiran.
2. Keamanan Interface Pemakai (user interface security)
Berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum pemakai diijinkan mengakses program dan data yang disimpan.
3. Keamanan Internal (internal security)
Berkaitan dengan pengaman beragam kendali yang bangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang andal dan tak terkorupsi untuk menjaga integritas program
Masalah-masalah Keamanan
Pada keamanan, terdapat dua masalah penting, yaitu :
1. Kehilangan data (data lost) disebabkan oleh bencana, kesalahan perangkat keras/lunak, kesalahan /kelalaian manusia.
2. Penyusup (intruder), berupa penyusupan pasif (yang hanya membaca data yang tidak diotorisasikan) dan penyusupan aktif (penyusup yang mengubah data yang tidak diotorisasikan).
Komentar
Posting Komentar