KONSEP DASAR E-BUSSINES 



Electronic business (e-business) can be defined as

the use of the internet to network and empower

business processes, electronic commerce,

organizational communication and collaboration

within a company and with its customers, suppliers,

and other stakeholders.


E-businesses utilise the internet, intranets, extranets

and other networks to support their commercial

processes.


What is e-business?



The use of electronic means to conduct an

organization's business externally and/or internally


Internal – linking of employees within the organization

through an intranet to improve information sharing,

facilitate knowledge dissemination and support

management reporting


External – supporting after-sales service and collaborating

with partners (Jelassi & Enders, 2005)


Bisnis

Bisnis → berasal berasal business → busy → sibuk

“Sibuk mengerjakan aktivitas dan  pekerjaan

yang mendatangkan laba”

“suatu organisasi yang menjual barang atau

jasa kepada konsumen atau usaha lainnya”

(ilmu ekonomi)

Konteks: individu, komunitas ataupun

warga 


Pengertian dan Fungsi Bisnis


Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang

menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang

memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-

hari


Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang

dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat

(bussiness is then simply a system that produces goods

and service to satisfy the needs of our society) [Huat, T

Chwee,1990]


Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan

barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan

keuntungan [Griffin & Ebert]


Aspek-aspek bisnis :


Kegiatan individu dan kelompok


Penciptaan nilai


Penciptaan barang dan jasa


Keuntungan melalui transaksi


Ekonomi Digital


Ekonomi digital memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada tahun 2017 kontribusi pasar digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat 4 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 3,61 persen, dan tahun 2018 diperkirakan mencapai 10 persen. Berdasarkan Laporan Oxford Economics tahun 2016, setiap 1 persen peningkatan penetrasi mobile diproyeksikan menyumbang tambahan 640 juta USD kepada PDB Indonesia serta membuka 10.700 lapangan kerja baru pada tahun 2020. Di balik itu, perkembangan ekonomi digital apabila tidak segera disikapi dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, antara lain pengangguran. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, sebanyak 52,6 juta pekerjaan di pasar kerja Indonesia berpotensi diganti oleh automasi seperti mesin ataupun robot. Pekerjaan tersebut antara lain di sektor pertanian sebesar 49 persen, manufaktur sebesar 45 persen, perdagangan ritel sebesar 53 persen, dan transportasi mencapai 64 persen. Pekerjaan yang akan hilang tersebut merupakan pekerjaan dengan keterampilan terbatas (tidak terlalu tinggi). Dampak lainnya dari perkembangan ekonomi digital yaitu banyaknya toko ritel yang tutup karena kemunculan e-commerce sehingga toko on-line lebih berjaya. Persaingan bisnis di era ekonomi digital ini bersifat costumer oriented dan competition oriented. Jika tidak segera menerapkan konsep seperti itu maka akan memungkinkan tergilasnya oleh perusahaan pesaing secara langsung maupun tidak langsung. Bisnis memerlukan teknologi yang canggih agar kegiatannya berjalan dengan lancar dan dapat membantu semua kegiatan dengan para konsumen dan produsennya. Saat ini, pendapatan e-commerce di Indonesia telah mencapai 6 miliar USD. Diperkirakan, pertumbuhan e-commerce bisa menembus 18 persen per tahun dan dapat berkontribusi terhadap PDB hingga 35 miliar USD. Sedangkan di sisi ketenagakerjaan, beberapa perusahaan mapan mulai mengaku kesulitan mendapat talenta yang hebat karena mereka lebih memilih bekerja di usaha rintisan (start-up). Majalah Forbes membuat daftar 10 alasan memilih usaha rintisan, antara lain bisa memberi dampak kepada individu dan perubahan masyarakat, mudah belajar dan mendapat wawasan lebih banyak, umur relatif sama sehingga bisa bekerja dengan teman sebaya, hasil pekerjaan akan terlihat lebih cepat, dan struktur organisasi tidak berhierarki sehingga mereka bisa menikmati kesetaraan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pesatnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia membawa dampak positif dan negatif. Untuk dampak positif, terlihat bahwa ekonomi digital telah meningkatkan kontribusi 21 pasar digital terhadap PDB dan bahkan diprediksi akan meningkat tajam pada tahun 2018 ini. Namun demikian, perkembangan ekonomi digital juga menimbulkan dampak negatif, terutama kepada masyarakat yang memiliki keterampilan yang rendah di bidang TIK. Selain itu, UKM yang belum mampu menerapkan sistem teknologi dan informasi dapat kalah bersaing. Beberapa dampak negatif ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat.


Aplikasi E-Bussiness



Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik dengan mereka memanfaatkan internet.

Contoh: Harian Kompas yang juga memiliki e-bisnis Kompas Online. Kompas menjalankan proses bisnis utamanya berupa penyediaan berita dan distribusinya, tidak lagi hanya melalui media cetak saja tetapi juga melalui internet. Keutungan yang dapat diberikan Kompas online dapat diakses oleh seluruh penduduk di Indonesia (bahkan dunia), up to date, memangkas biaya kertas, dapat diakses 24 jam, dll.

Pelaku E-Business : Organisasi, konsumen, perusahaan, supllier, pekerja, rekan bisnis
Alat/Media/Sumber Daya yang Digunakan : Teknologi informasi dan komunikasi, Komputer, data yang telah terkomputerisasi,  Internet.
Kegiatan Sasaran :  Kegiatan bisnis,  Proses bisnis utama,Pembelian, penjualan,pelayanan, transaksi ,  Operasi bisnis utama.
Tujuan : Koordinasi, Komunikasi, dan Pengelolaan organisasi, Transformasi proses bisnis,  Sharing informasi.
Keuntungan :  Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi,  Memberikan nilai bisnis yang berbeda ,  Efisien ,  Peningkatan produktivitas dan keutungan


Jenis- Jenis E-Bussiness


Business to Business
Jenis pertama dari e-business adalah business to business. Pada jenis ini, yang melakukan transaksi ialah objek bisnis satu dengan objek bisnis lainnya. Istilah lainnya adalah transaksi yang dilakukan antar perusahaan. Semua proses transaksinya dilakukan secara online, seperti melalui email hingga transaksi online dengan menggunakan platform khusus electronic data interchange (EDI).

Consumer to Consumer
Selanjutnya ada consumer to consumer yang banyak menjamur di tanah air saat ini. Pada jenis bisnis ini, konsumen memasarkan barang kepada konsumen lainnya. Contoh sederhananya adalah ketika seseorang menawarkan atau menjual mobil di situs jual-beli. Mobil menjadi barang atau komoditas yang diciptakan perusahaan dan dibeli oleh konsumen. Kemudian, konsumen memasarkan mobil tersebut ke konsumen lainnya dengan harga tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

Business to Consumer
Jenis yang ketiga ini cukup sering dilakukan oleh perusahaan atau bisnis yang menawarkan produk dan jasanya kepada konsumen secara langsung melalui transaksi elektronik. Keuntungannya adalah konsumen bisa memilih produk dengan cepat dan lebih murah. Bahkan tak jarang perusahaan akan memberikan harga khusus pada saat-saat tertentu kepada para konsumen mereka.\

Consumer to Business
Keempat, jenis ini merupakan kebalikan dari poin business to consumer. Di sini, konsumen lebih aktif melakukan transaksi hingga melakukan proses jual beli barang dan jasa secara tradisional. Namun, proses tersebut dilaksanakan dengan cara online. Sederhananya, konsumen atau individu ini menawarkan dan menjual produk atau jasanya kepada perusahaan dan organisasi.


Government to Business
Jenis kelima dari e-business adalah government to business. Pengertian sederhana dari jenis ini ialah pemerintah bekerja sama dengan sektor bisnis, perusahaan, atau swasta untuk melakukan interaksi secara daring atau online. Contohnya adalah pendaftaran perusahaan, pajak perusahaan, dan lainnya.

Hal ini juga mencakup urusan pengadaan barang dan penjualan resmi atau lelang. Di sini, tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri. Tentu perlu kerja sama dari pihak perusahaan atau swasta untuk bisa menjalankannya.


Cakupan E-Bussiness

E- business mencakup:

Menyediakan informasi produk untuk berpartisipasi sepanjang Supply Chain

Menempatkan pesanan terhadap supplier

Mengijinkan pelanggan untuk menempatkan pesanan

Mengijinkan pelanggan untuk melacak pesanan

Memenuhi dan mengirimkan pesanan ke pelanggan

Menerima pembayaran dari pelanggan

Komentar