Teknologi Algoritma & Penjadwalan Disk




Kelompok 5:

19200132 - Adilman Zai
19200198 - Muarif Zamzam Nur
19200255 - Syifa Aulia
19200554 - Muhammad Arlino
19200692 - Demitria Apriliani
19200716 - Farrel Javalva Reswara



Struktur Disk




Penulisan disk drive modern adalah dengan menggunakan array satu dimensi blok logika yang besar. Dengan menggunakan sistem pemetaan ini, kita dapat setidaknya teoritis mengkonversikan sebuah logical blok number ke penulisan disk gaya lama yang berisi nomor silinder, nomor track di silinder, dan nomor sektor dalam track.


Magnetic Disk



Magnetic disk merupakan penyimpan sekunder, berbentuk bundar dengan dua permukaan magnetik.Penggerak disk berupa MKegiatan baca-tulis dilakukan Read-writehead,yang diletakkan diatas piringan.Kepala baca-tulis sangat sensitif terhadap guncangan yang dapat menyebabkan disk rusak (badsector).Ruang Rekam terbagi atas beberapa track/lintasan dan tiap lintasan dibagi lagi dalam beberapa sector.otor drive menggerak kandisk dengan kecepatan tinggi (kurang-lebih dari 60 putaran perdetik).


Jenis Head 



Jenis Head dibedakan atas : 

1. Fixed-head disk menempati tiap-tiap track satu head, sehingga memper cepat proses pembacaan dan perekama

2. Moving-head disk hanya memiliki satu head yang berpindah-pindah mengakses dari satu track ke track lain


Contoh Teknologi Hardisk

 

1. Shock Protection System (SPS) 

2. Self-Monitoring Analysis and Reporting (SMART) 

3. Solid State Disk (SSD)

4. Magnetore-sistive (MR)

5. Partial Response Maximum Likelihood (PRML)

6. Hot Swap

7. Plug and Play ATA(Advance Technology Atachment)

8. Environment Protection Agency (EPA)

9. Error Correction Code (ECC) 

1   Auto Transfer

11 SATA


·         Contoh Algoritma Penjadwalan Disk

 

1. Algoritma Pertama Tiba Pertama Dilayani (PTPD/FCFS) 

Proses pengaksesan akan dimulai secara berurutan sesuai dengan urutan tiba atau kedudukan antrian.


Contoh : Diketahui disk mempunyai 100 track dengan nomor urut 0–99, & antrian akses track dengan saat awal 50 (letak headR/W) 13, 46, 65, 27, 95, 9, 17, 53, 17, 1, 82, 2, 17, 82, 98, 7

Langkah proses : Dari 50 menuju ke lintasan 13, kemudian ke 46, ke 65, dan seterusnya. Setiap lintas yang dilalui dihitung

 

Chart

Description automatically generated

2.  Algoritma PICK UP

Pada algoritma ini hulu tulis baca akan membaca atau menuju ke track yang terdapat pada urutan awal antrian, sambil mengakses track yang dilalui


Contoh : diketahui antrian akses track dengan saat awal 50 13, 46, 65, 27, 95, 82, 9, 17, 52, 53, 17, 1, 82, 2, 17, 98, 7


Langkah proses : Dari 50 menuju kelintasan 13, lintasan yang dilewati 46, 27, dan 17 sekalian dipungut/diakses. Sehingga selanjutnya tidak ke 46, tetapi ke 65, sekaligus memungut 52 dan 53. Karena 27 sudah diambil maka selanjutnya menuju 95, sekaligus memungut 82. Karena 82 sudah dipungut maka langsung menuju 1, dan seterusnya. Perhitungan 50-13, 13-65, 65-95, 95-1, dan seterusnya.

 


3.  Algoritma Waktu Cari Terpendek Dipertamakan (WCTD)

Proses dilaksanakan terhadap track yang terdekat dengan hulu baca tulis (Shortest Seet Time First) diatas/bawah. Kemudian mencari letak track yang terdekat diatas/bawah dan seterusnya

 

Contoh : Diketahui antrian akses track dengan saat awal 50 13, 46,  65, 27, 95, 82, 9, 17, 52, 53, 17, 1, 82, 2, 17, 98, 7

 

Langkah proses : Hulu baca tulis mulai dari 50, antara 46 dan 52 yang terdekat 52, sehingga menuju ke 52. Selanjutnya dari 52, antara 46 dan 53 yang terdekat 53, dan seterusnya. Perhitungan 50-52, 52-53, dan seterusnya

 

Chart, line chart

Description automatically generated

 

4. Algoritma Look

Pada algoritma ini hulu tulis baca akan bergerak naik seperti pergerakan lift. Menuju antrian track terbesar pada disk sambil mengakses antrian track yang dilalui, kemudian turun menuju antrian track yang terkecil sambil mengakses track yang dilalui, dan track yang telah diakses tidak diakses lagi

 

Contoh : Diketahui antrian akses track dengan saat awal 50 13, 46, 65, 27, 95, 82, 9, 17, 52, 53, 17, 1, 82, 2, 17, 98, 7

 

Langkah proses : Dari 50 menuju ke antrian track terbesar, yaitu98.  Selanjutnya menuju keantrian terkecil 1. Pehitungan 50-98, 98-1

 

 

Chart, line chart, scatter chart

Description automatically generated

 

 

5.  Algoritma Circular Look

Pada algoritma ini hulu tulis baca akan bergerak naik seperti pergerakan lift. Menuju antrian track terbesar pada disk sambil mengakses antrian track yang dilalui, kemudian turun menuju antrian track yang terkecil tetapi tidak mengakses track yang dilalui, baru pada saat naik akan mengakses track yang belum diakses

 

Contoh : Diketahui antrian akses track dengan saat awal 50 13, 46, 65, 27, 95, 82, 9, 17, 52, 53, 17, 1, 82, 2, 17, 98, 7

 

Langkah proses : Dari 50 menuju ke antrian track terbesar, yaitu 98. Kemudian menuju ke antrian terkecil1, tidak diakses tetapi dihitung. Selanjutnya menuju ke 46, sisa lintasan yang belum diakses. Perhitungan 50-98, 98-1, 1-46.

 

Chart, line chart, scatter chart

Description automatically generated

 

6. Algoritma Scan

Pada algoritma ini hulu tulis baca akan bergerak naik seperti pergerakan lift. Menuju trackter besar pada disk sambil mengakses antrian track yang dilalui, kemudian turun menuju track terkecil pada disk sambil mengakses track yang dilalui, dan track yang telah diakses tidak diakses lagi

 

Contoh : Diketahui antrian akses track dengan saat awal 50 13, 46, 65, 27, 95, 82, 9, 17, 52, 53, 17, 1, 82, 2, 17, 98, 7

 

Langkah proses : Dari 50 menuju ke lintasan track terbesar 99. Selanjutnya menuju ke lintasan track terkecil1. Pehitungan 50-99, 99-1

 













Komentar